Tanda Tanda Berpuasa Diterimah Disisi Allah SWT
Pertanyaan tentang tanda-tanda diterimanya puasa adalah pertanyaan yang sangat mulia, karena menunjukkan keinginan seorang hamba untuk tidak sekadar menjalankan ritual, tetapi meraih kualitas ibadah yang terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam Islam, urusan diterima atau tidaknya suatu amalan adalah hak prerogatif Allah SWT. Kita diperintahkan untuk berusaha sebaik mungkin (ikhtiar) dan berdoa agar amalan kita diterima. Namun, para ulama sering merujuk pada tanda-tanda yang bisa kita renungkan sebagai indikasi bahwa puasa kita mungkin diterima.
Berikut adalah tanda-tanda puasa yang diterima di sisi Allah SWT, yang bersumber dari Al-Qur'an, Hadis, serta pandangan para ulama:
1. Meningkatnya Ketakwaan (Taqwa)
Ini adalah tujuan utama puasa, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Tandanya:
· Setelah Ramadan, ada perubahan nyata. Jika sebelum Ramadan mudah bergosip, berbohong, atau marah, setelah Ramadan ada usaha sungguh-sungguh untuk meninggalkannya.
· Ketaatan terasa lebih ringan. Melakukan shalat, sedekah, dan membaca Al-Qur'an tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan.
· Dosa terasa lebih berat. Hati menjadi lebih sensitif terhadap perbuatan maksiat, sekecil apa pun.
2. Senantiasa Istiqamah Setelah Ramadan
Puasa yang diterima tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, tetapi buahnya terus terasa di bulan-bulan berikutnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (kontinu) walaupun sedikit.
Tandanya:
· Melanjutkan puasa sunnah. Seperti puasa Syawal (6 hari di bulan Syawal, yang pahalanya seperti puasa setahun), puasa Senin-Kamis, atau puasa Ayyamul Bidh (pertengahan bulan).
· Semangat ibadah tidak padam. Shalat malam (qiyamul lail) yang dulu hanya dilakukan di bulan Ramadan, berusaha dipertahankan meski hanya 2 rakaat.
· Tetap menjaga lisan dan perbuatan. Kebiasaan baik selama Ramadan (menjaga pandangan, menahan amarah) terbawa hingga ke bulan-bulan berikutnya.
3. Meningkatnya Kepedulian Sosial
Ramadan adalah bulan berbagi. Jika puasa seseorang diterima, ia akan semakin peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Tandanya:
· Semakin dermawan. Tidak hanya saat Ramadan, tetapi di luar Ramadan pun gemar bersedekah, baik berupa harta, tenaga, maupun senyuman.
· Memiliki empati yang tinggi. Ia tidak hanya merasakan lapar dan dahaga secara fisik, tetapi juga merasakan penderitaan orang lain dan tergerak untuk membantu.
4. Menjauhi Maksiat dan Dosa
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari).
Tandanya:
· Lebih berhati-hati dalam berbicara. Menjauhi ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dan perkataan sia-sia.
· Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan.
· Segera bertaubat jika berbuat salah. Hatinya langsung gelisah ketika tergelincir dalam dosa dan segera memohon ampunan.
5. Merasa Kurang (Khauf) dan Terus Memohon Penerimaan (Ikhlas)
Ini adalah tanda dari orang-orang yang saleh. Mereka setelah beramal justru khawatir apakah amalnya diterima atau tidak, bukan malah bangga dan merasa sudah sempurna.
Tandanya:
· Sering berdoa. Memohon kepada Allah dengan doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an: "Rabbana taqabbal minna, innaka antas sami'ul alim." (Ya Tuhan kami, terimalah dari kami amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). (QS. Al-Baqarah: 127).
· Tidak merasa ujub (bangga diri). Ia tidak pernah merasa puasanya lebih baik dari puasa orang lain. Ia selalu melihat kekurangan dalam ibadahnya sendiri.
6. Mendapatkan Lailatul Qadar (Meski Tidak Tahu Pasti)
Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Meskipun kita tidak tahu pasti malam mana itu, tanda-tanda orang yang mendapatkan kemuliaan malam tersebut adalah hatinya menjadi lebih bersih dan jiwanya lebih tenang.
Kesimpulan
Pada hakikatnya, tanda terbesar puasa diterima adalah ketika kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya (hijrah). Jika setelah Ramadan kita masih sama atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya, maka patutlah kita bermuhasabah (introspeksi).
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa. Aamiin.
Posting Komentar
Posting Komentar