Panduan Lengkap Bekam (Hijamah)
Bekam atau hijamah adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor (toksin) dari dalam tubuh melalui sayatan kecil pada kulit. Selain memiliki manfaat kesehatan, bekam juga merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam karena termasuk sunnah Rasulullah SAW .
Panduan ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, jenis, tata cara, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah berbekam.
Panduan Lengkap Bekam (Hijamah)
Apa Itu Bekam?
Bekam (dalam bahasa Arab disebut Al-Hijamah) adalah teknik pengobatan dengan cara membuang darah statis (darah kotor) yang mengandung toksin dari dalam tubuh. Prosesnya dilakukan dengan mengekspor darah melalui permukaan kulit, biasanya pada bagian punggung, leher, atau titik-titik tertentu lainnya .
Dalam ajaran Islam, bekam merupakan salah satu pengobatan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan" (HR. Muslim). Bahkan, pada malam Isra' Mi'raj, Rasulullah SAW tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata, "Wahai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam" .
Jenis-Jenis Bekam
Secara umum, bekam terbagi menjadi dua jenis utama:
1. Bekam Kering (Dry Cupping): Teknik penghisapan tanpa melakukan sayatan. Tujuannya untuk menarik kulit dan otot ke dalam kop sehingga pembuluh darah melebar, melancarkan sirkulasi, dan merilekskan otot. Bekam kering sering digunakan sebagai pengganti kerokan .
2. Bekam Basah (Wet Cupping): Setelah dilakukan penghisapan selama beberapa menit, kop diangkat, lalu kulit disayat tipis dengan jarum steril. Kemudian, kop dipasang kembali untuk mengeluarkan darah kotor. Inilah metode yang paling umum dikenal dan merupakan metode sunnah .
Waktu yang Dianjurkan untuk Bekam
Waktu terbaik untuk berbekam adalah saat kondisi perut kosong, karena proses detoksifikasi berjalan lebih maksimal . Dalam Islam, terdapat waktu-waktu utama yang dianjurkan, yaitu:
· Hari/Tanggal: Tanggal 17, 19, dan 21 bulan Hijriyah (kalender Islam). Disebutkan bahwa bekam di hari-hari tersebut bisa menjadi penyembuh dari berbagai penyakit .
· Hari dalam Seminggu: Dianjurkan pada hari Senin, Selasa, atau Kamis. Sebagian ulama menganjurkan untuk menghindari hari Rabu .
· Saat Puasa: Berbekam saat berpuasa diperbolehkan dan bahkan memiliki keutamaan, karena pahala amalan sunnah di bulan Ramadan setara dengan amalan wajib. Namun, pastikan tubuh dalam kondisi kuat agar tidak pingsan .
Persiapan Sebelum Bekam
Agar proses bekam berjalan lancar dan aman, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh pasien:
1. Kondisi Fisik Fit: Pastikan tubuh dalam keadaan sehat, tidak dalam kondisi lemas, lapar, atau kekurangan cairan (dehidrasi). Tekanan darah juga sebaiknya dalam keadaan normal .
2. Kebersihan: Disarankan untuk mandi sebelum berbekam, meskipun tidak wajib. Yang terpenting adalah area yang akan dibekam bersih.
3. Niat: Dalam Islam, niatkan berbekam untuk ikhtiar mencari kesembuhan dan menghidupkan sunnah Nabi .
4. Konsultasi: Informasikan kepada terapis jika Anda memiliki penyakit tertentu seperti hemofilia (sulit darah membeku), diabetes, atau sedang dalam masa kehamilan .
Tata Cara Bekam yang Benar (Prosedur Standar)
Berdasarkan praktik di pesantren dan panduan kesehatan, berikut adalah langkah-langkah standar dalam proses bekam basah :
1. Pembersihan Area: Terapis membersihkan area tubuh yang akan dibekam, biasanya diolesi dengan minyak zaitun atau minyak khusus. Minyak ini berfungsi sebagai antiseptik dan membantu kop menempel dengan rapat .
2. Penyedotan Awal (Kop Kering): Kop (cup) dipasang pada titik bekam dengan pompa untuk menciptakan tekanan vakum. Biarkan selama 3-5 menit hingga kulit memerah. Proses ini bertujuan untuk mengumpulkan darah di permukaan kulit .
3. Penyayatan: Setelah kop dibuka, terapis melakukan sayatan-sayatan kecil atau tusukan tipis menggunakan jarum atau lancet steril di area yang memerah. Penting: jarum sekali pakai dan harus steril untuk mencegah penularan penyakit .
4. Pengeluaran Darah: Kop dipasang kembali di area yang sama. Hisapan vakum akan menarik darah kotor keluar melalui sayatan tadi. Kop dibiarkan terpasang hingga darah berhenti keluar atau sudah terkumpul .
5. Pembersihan: Setelah kop dilepas, area bekam dibersihkan dengan tisu atau kain steril hingga bersih dari darah.
6. Perawatan Akhir: Luka disterilkan dengan alkohol atau antiseptik lainnya, lalu diolesi minyak zaitun atau salep antibiotik untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi .
Manfaat Bekam bagi Kesehatan
Penelitian modern dan praktik kesehatan tradisional menunjukkan banyak manfaat bekam, di antaranya :
· Mengeluarkan Racun: Membantu mengeluarkan zat-zat berbahaya (toksin) dari dalam darah.
· Melancarkan Peredaran Darah: Mengatasi darah statis yang menyumbat, sehingga sirkulasi darah bersih menjadi lancar.
· Meredakan Nyeri: Efektif untuk mengatasi sakit kepala (migrain), nyeri punggung, leher kaku, dan pegal-pegal.
· Meningkatkan Imunitas: Dapat meningkatkan produksi sel darah putih (leukosit) yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
· Menenangkan Saraf: Membantu merilekskan otot dan melepaskan zat endorfin yang membuat tubuh terasa lebih rileks.
Hal-Hal yang Perlu Diwaspadai (Kontraindikasi)
Tidak semua orang bisa menjalani terapi bekam. Berikut adalah kondisi di mana bekam sebaiknya dihindari atau ditunda :
· Penderita kelainan darah (misalnya hemofilia) atau anemia berat.
· Pasien dengan kondisi kulit yang terluka, infeksi, atau kanker kulit di area yang akan dibekam.
· Wanita hamil (terutama di area perut dan punggung bawah).
· Pasien dalam kondisi syok, kehabisan darah, atau dehidrasi berat.
· Orang yang baru saja menjalani transfusi darah.
· Pasien dengan penyakit jantung kronis.
Perawatan Setelah Bekam
Setelah selesai berbekam, ada beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan agar hasilnya maksimal:
1. Istirahat: Jangan langsung beraktivitas berat. Tubuh butuh waktu untuk beradaptasi.
2. Hindari Mandi Air Dingin: Tunggu sekitar 4-5 jam atau hingga luka bekam mulai mengering sebelum mandi. Gunakan air hangat jika perlu .
3. Konsumsi Makanan Bergizi: Perbanyak minum air putih (putih) untuk membantu proses pembuangan sisa toksin. Hindari makanan berminyak dan bersantan.
4. Jaga Kebersihan Luka: Jaga area bekam tetap kering dan bersih untuk mencegah infeksi.
Catatan Penting: Pastikan Anda memilih terapis dan klinik bekam yang terpercaya, menjaga sterilitas alat (jarum sekali pakai, sarung tangan, dan kop yang bersih) untuk menghindari risiko infeksi seperti hepatitis atau HIV . Konsultasikan dengan ahli kesehatan jika Anda memiliki kondisi medis khusus sebelum melakukan bekam.
Posting Komentar
Posting Komentar